Foto Turnamen

Balada Si Penjual Kopi

DSC_0095

.

Ketika mengunjungi Rumah Kata Andrea Hirata di Belitong beberapa waktu lalu, aku bertemu dengan Si Penjual Kopi bergaya koboi ini di dapur belakang rumah. Si penjual kopi berwajah lugu ini tak lupa menawarkan kami kopi buatannya dengan ramah diiringi senyum khas melayu yang tulus. Proses pembuatan kopinya pun unik, karena masih menggunakan tungku dan kopi langsung dimasak di dalam teko tua (bukan diseduh di gelas). Sayang, karena bukan penikmat kopi dan adanya keterbatasan waktu, aku tidak sempat mencicipi kopi yang dijual murah ini. Belakangan aku menyesal karena bisa jadi ini momen yang tidak akan pernah terulang. Tidak merasakan nikmatnya kopi di kota seribu warung kopi? apa kata dunia! 😦

Foto ini diikutsertakan dalam Turnamen Foto Perjalanan Ronde ke-19 dengan tema “Momen” yang kali ini diselenggarakan di ‘rumah’ Bem πŸ™‚

Iklan

42 thoughts on “Balada Si Penjual Kopi

  1. Aceh juga daerah 1000 warung kopi, disini banyak warong kopi atau bahasa aceh nya keude kupi dibuka 24 jam. Makanya pas baca Dwilogi ‘Cinta Dalam Gelas’ nya Andrea Hirata, saya suka senyum-senyum sendiri karena mirip dengan Aceh.

  2. kog fokus daku ke iklan yang udah menguning, iklan batere macan itu ya..
    kerenpun fotonya, sang penjual ditutupi asap kayu ya itu diatas tungku..

  3. masak boleh pake tungku, tapi dia punya ricecooker boh.. masih lampu teplok disana ya?
    dan itu radio pake batere macan?

    ntar ku cari dulu, janganjangan fotonya sama ma ini anak.. tapi ga pake topi koboi..

    • Buahahaha… harusnya kan ricecookernya disembunyiin ya mbak Tin, biar nggak ada cela kesan tradisionalnya. πŸ˜€ Lampu itu juga hiasan kayaknya. Udah pake bohlam seingatku ^^

      Wah penasaran sama fotonya mbak Tin.

  4. Ah, Yayaaaann 😦
    Jadi keinget dulu pas di Yogya hampir batal nyoba kopi joss (kopi yg dicelup arang panas), tp untunglah jadi nyicip gara2 ditantangi teman (walopun cuma 2 sendok kecil hihihihi)

  5. kalau ke sini belum pernah…. cuma kalau ke aceh pernah. ngerasain minum kopi juga. cuma yang lain bilang kopinya enak… mantap…. saya malah bilang biasa aja karena bukan penikmat kopi juga πŸ˜€

    • Pangkal Pinang adalah kota yang paling sering aku kunjungi ketika dinas dulu. (sampe-sampe bosen hehe), tapi gak satupun aku habiskan dengan menikmat kopi ^^ karena… ya memang bukan penikmat kopi ;D

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s